Zurich Nilai Permintaan Asuransi Kendaraan Berpotensi Naik Jelang Lebaran 2026

Kamis, 12 Maret 2026 | 09:08:29 WIB
Zurich Nilai Permintaan Asuransi Kendaraan Berpotensi Naik Jelang Lebaran 2026

JAKARTA - Menjelang periode mudik Lebaran, aktivitas perjalanan masyarakat biasanya meningkat secara signifikan. 

Peningkatan mobilitas ini tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga memengaruhi permintaan produk perlindungan seperti asuransi kendaraan.

PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk. menilai bahwa produk asuransi kendaraan bermotor memiliki potensi untuk tumbuh jelang Lebaran 2026. 

Momentum libur panjang dan meningkatnya perjalanan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong peningkatan pembelian polis asuransi kendaraan.

Direktur Utama Zurich Asuransi Indonesia Edhi Tjahja Negara melihat bahwa tren pertumbuhan produk asuransi kendaraan masih berlanjut pada awal tahun ini. Ia menyebutkan bahwa jumlah polis asuransi kendaraan yang diterbitkan perusahaan menunjukkan peningkatan yang cukup positif.

Menurut Edhi, tren tersebut terlihat dari pertumbuhan jumlah polis pada Januari 2026 yang mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Zurich Asuransi Indonesia Edhi Tjahja Negara melihat trennya akan melanjutkan peningkatan jumlah polis yang pada Januari 2026 tumbuh sekitar 13% (year on year/YoY).

“Ini menunjukkan kesadaran masyarakat semakin tinggi untuk memenuhi ketenangan pikiran dalam berkendara,” ucapnya.

Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan kendaraan dinilai menjadi faktor penting dalam perkembangan industri asuransi kendaraan di Indonesia.

Zurich Perkuat Edukasi dan Distribusi Produk Asuransi

Melihat peluang pertumbuhan tersebut, Zurich berencana untuk terus memaksimalkan momentum dengan memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat asuransi kendaraan.

Perusahaan menilai bahwa pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kendaraan masih perlu terus ditingkatkan agar semakin banyak pemilik kendaraan yang mempertimbangkan penggunaan asuransi.

Oleh karena itu, Edhi menyebut untuk mengoptimalkan momentum tersebut Zurich akan terus melakukan edukasi manfaat berasuransi hingga distribusi yang lebih kuat.

Selain meningkatkan edukasi, perusahaan juga akan memperkuat jaringan distribusi produk agar layanan asuransi dapat dijangkau lebih luas oleh masyarakat.

Selain itu, lanjutnya, Zurich akan fokus pada pertumbuhan yang berkualitas dengan memperkuat kemitraan multikanal distribusi, hingga menghadirkan pengalaman berasuransi yang lebih mudah, baik mulai dari pembelian hingga klaimnya.

Perusahaan juga berupaya meningkatkan kualitas layanan agar nasabah dapat memperoleh pengalaman yang lebih baik dalam menggunakan produk asuransi kendaraan.

“ Kami juga terus menyempurnakan fitur produk agar lebih relevan, termasuk paket perlindungan yang fleksibel dan layanan asistensi yang responsif,” bebernya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Zurich berharap dapat mempertahankan tren pertumbuhan yang positif sekaligus memberikan layanan yang lebih optimal kepada nasabah.

Premi Asuransi Kendaraan Masih Jadi Kontributor Penting

Produk asuransi kendaraan bermotor hingga saat ini masih menjadi salah satu kontributor penting dalam portofolio bisnis Zurich Indonesia. Permintaan yang stabil membuat lini bisnis ini terus memberikan kontribusi terhadap pendapatan premi perusahaan.

Untuk diketahui, pada Januari 2026 tren pendapatan premi kendaraan bermotor di Zurich tumbuh sekitar 7% YoY.

Menurut Edhi, pertumbuhan tersebut juga sejalan dengan kondisi pasar otomotif nasional yang menunjukkan perkembangan positif pada periode yang sama.

Menurut Edhi, hal ini sejalan dengan pertumbuhan penjualan kendaraan yang juga berada di level yang sama sesuai dengan catatan Gaikindo.

Keterkaitan antara penjualan kendaraan baru dan pembelian asuransi kendaraan menjadi faktor yang cukup berpengaruh terhadap perkembangan premi di sektor tersebut.

“Lini asuransi kendaraan bermotor tetap menjadi salah satu kontributor signifikan dalam portofolio kami mencapai 15%, diiringi kontribusi yang cukup merata dari lini produk asuransi kesehatan, asuransi property, dan asuransi perjalanan,” ungkap Edhi.

Selain asuransi kendaraan, perusahaan juga memiliki berbagai produk lain yang berkontribusi terhadap kinerja bisnis, termasuk asuransi kesehatan, asuransi properti, serta asuransi perjalanan.

Sementara itu, imbuhnya, klaim asuransi kendaraan di Zurich pada umumnya stabil dengan pengajuan risiko yang banyak terjadi adalah tabrakan ringan, kerusakan akibat kecelakaan lalu lintas, dan kehilangan kendaraan.

Stabilnya tingkat klaim tersebut menunjukkan bahwa risiko yang terjadi pada kendaraan umumnya masih berada dalam kategori yang dapat dikelola oleh perusahaan asuransi.

Lonjakan Pemudik Diperkirakan Dorong Permintaan Asuransi

Selain pandangan dari pihak perusahaan asuransi, pengamat industri juga menilai bahwa permintaan produk perlindungan kendaraan berpotensi meningkat menjelang musim mudik Lebaran.

Pengamat asuransi Irvan Rahardjo menilai menjelang mudik Lebaran 2026, permintaan asuransi kendaraan dan perjalanan akan melonjak signifikan.

Menurutnya, tingginya mobilitas masyarakat pada periode mudik membuat risiko perjalanan juga meningkat sehingga kebutuhan perlindungan asuransi menjadi semakin penting.

Hal ini didorong oleh tingginya mobilitas masyarakat dan kesadaran risiko yang meningkat.

Irvan juga menilai perusahaan asuransi dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan kinerja bisnis melalui berbagai strategi pemasaran yang tepat.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar perusahaan asuransi dapat mendongkrak premi dari lini usaha itu melalui penawaran asuransi kecelakaan diri (Personal Accident) gratis atau tambahan, memperkuat distribusi digital (aplikasi atau web) untuk pembelian instan.

Selain itu, perusahaan juga dapat memperluas kerja sama dengan berbagai mitra di sektor otomotif maupun pembiayaan kendaraan.

“Serta berkolaborasi dengan dealer atau multifinance untuk asuransi kendaraan. Strategi ini krusial mengingat lonjakan pemudik mencapai 143 juta orang,” ucapnya.

Dengan jumlah pemudik yang diperkirakan sangat besar, kebutuhan terhadap produk perlindungan perjalanan maupun kendaraan dinilai akan semakin meningkat.

Kondisi ini membuka peluang bagi industri asuransi untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan terhadap risiko perjalanan dan penggunaan kendaraan.

Terkini