JAKARTA - PLTA Sipansihaporas tidak hanya menjadi sumber energi terbarukan di Tapanuli Tengah, namun juga berperan penting sebagai benteng alami yang memitigasi risiko banjir besar.
Keberadaan infrastruktur ini membuktikan bahwa pengelolaan energi dan perlindungan lingkungan bisa berjalan beriringan demi kesejahteraan masyarakat.
Menggabungkan Energi Hijau dan Mitigasi Bencana
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansihaporas di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, bukan sekadar sumber listrik berkapasitas 50 megawatt (MW), tetapi juga contoh nyata komitmen PT PLN (Persero) dalam menghadirkan teknologi yang adaptif terhadap risiko alam.
Infrastruktur ini telah membuktikan kemampuannya dalam menahan material banjir seperti kayu gelondongan dan sedimen, yang terbawa arus deras pada kejadian banjir 25 November 2025 lalu. Dengan demikian, PLTA ini berperan sebagai pengaman sekaligus penyuplai energi hijau bagi masyarakat sekitar.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, menegaskan pentingnya peran PLTA Sipansihaporas dalam menjaga kelangsungan pasokan listrik di tengah kondisi alam ekstrem, sekaligus meminimalisir dampak kerusakan akibat bencana banjir.
Fungsi ganda ini menempatkan PLTA Sipansihaporas sebagai inovasi penting dalam pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan dan sosial.
Dukungan Langsung dari Masyarakat
Warga Desa Sihaporas dan sekitarnya, seperti Erwin Tambunan, merasakan manfaat langsung dari keberadaan bendungan PLTA tersebut. Saat hujan deras selama seminggu berturut-turut menyebabkan kenaikan debit air sungai, bendungan PLTA berperan penting menahan laju material banjir dan kayu besar.
Berkat keberadaan PLTA ini, tiga desa di hilir berhasil terhindar dari kerusakan parah yang sempat mengancam rumah dan ladang warga.
Erwin menyampaikan rasa syukurnya karena infrastruktur yang dibangun PLN tersebut telah menyelamatkan komunitasnya dari kerusakan yang jauh lebih besar.
Ia mengibaratkan bendungan sebagai benteng alami yang mengurangi tekanan aliran air dan material padat, sehingga keselamatan warga bisa lebih terjamin.
Teknologi dan Sistem Kerja PLTA Sipansihaporas
PLTA Sipansihaporas menggunakan aliran dari tiga sungai utama yaitu Sungai Aer Paramaan, Sungai Aek Natolbak, dan Sungai Aek Bargot yang mengalir dari kawasan pegunungan.
Sistem bendungan dan saluran air dirancang untuk menahan sedimen dan kayu gelondongan yang terbawa banjir, sehingga menekan risiko banjir di hilir. Inovasi ini sekaligus menjadikan PLTA ini sebagai bagian integral dari bauran energi terbarukan nasional, yang menegaskan posisi Sumatera Utara sebagai wilayah dengan sumber energi hijau yang dapat diandalkan.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menuturkan bahwa pembangkit ini tidak hanya mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga telah menyuplai listrik untuk kebutuhan rumah tangga, sosial, dan publik di wilayah Kota Sibolga dan Pandan selama lebih dari 20 tahun.
Keberhasilan PLTA dalam mengelola risiko bencana sekaligus mendukung ketahanan energi menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan pembangkit yang aman dan berkelanjutan.
Pemulihan Pasca Bencana dan Komitmen PLN
Setelah bencana banjir melanda pada November 2025, PLTA Sipansihaporas berhasil pulih dan beroperasi penuh sejak 2 Desember 2025. Dengan demikian, pasokan listrik yang sempat terganggu dapat segera stabil, memulihkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Kecepatan pemulihan ini menjadi bukti tanggung jawab dan profesionalisme PLN dalam menjaga sistem kelistrikan di daerah rawan bencana.
PLN Nusantara Power menegaskan bahwa fokus mereka tidak hanya pada produksi listrik semata, tetapi juga pada pengelolaan yang memberi manfaat nyata bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Pembangkit ini akan terus dikembangkan sebagai model integrasi energi terbarukan dan perlindungan lingkungan yang adaptif terhadap perubahan iklim dan kondisi ekstrem.
Membangun Masa Depan Berkelanjutan
Keberadaan PLTA Sipansihaporas di tengah kondisi iklim yang semakin tidak menentu menjadi simbol harapan bagi warga Tapanuli Tengah. Infrastruktur ini tidak hanya menjaga pasokan listrik hijau yang bersih, tetapi juga memberikan rasa aman dari ancaman banjir yang sering terjadi.
PLN berkomitmen memperluas pengembangan pembangkit serupa di berbagai wilayah sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional dan penguatan ketahanan sosial-ekonomi masyarakat.
Dengan pengalaman ini, PLN terus mengedepankan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial dalam setiap proyek infrastruktur energi.
PLTA Sipansihaporas adalah contoh konkret bahwa pembangunan energi tidak boleh terpisah dari upaya pelestarian lingkungan dan perlindungan masyarakat.